Cegah Manipulasi Harga, Disbun Kalteng Tetapkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Cegah Manipulasi Harga, Disbun Kalteng Tetapkan Harga TBS Kelapa Sawit

    PALANGKA RAYA - Rapat Penetapan Tandan Buah Segar (TBS), diselenggarakan di aula dinas perkebunan provinsi Kalimantan Tengah. 

    Kepala dinas perkebunan provinsi Kalimantan Tengah Plt. H. Rizky Ramadhana Badjuri, ST. MT, melalui Kabid Bidang pengolahan pemasaran hasil perkebunan Achmad Sugianur, S.Hut mengatakan, kegiatan rapat penetapan TBS ini dilaksanakan rutin setiap bulan.

    Hal ini bertujuan untuk melindungi petani, plasma, pekebun sawit dengan menerbitkan harga yang berlaku di Kalimantan Tengah yang bermitra dengan perusahaan berdasarkan Permentan No. 1 Tahun 2018 dan PerGub Kalteng No. 64 tahun 2020 Tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar.

     "Hal ini menjaga agar tidak ada permainan harga tandan buah segar (TBS) di perusahaan, " kata Achmad Sugianur, Senin (6/11) di Aula Rapat Disbun Kalteng.

    Untuk peserta rapat yang hadir dari beberapa perwakilan perusahaan, asosiasi, petani sawit mandiri, koperasi, plasma, dalam sesi dengar pendapat diwarnai instruksi dari para peserta rapat yang menyarankan agar perhitungan TBS dilaksanakan dua kali dalam sebulan.

    Menanggapi hal tersebut Achmad Sugianur, S.Hut, mengatakan "pihak dinas juga sudah mengajukan usulan surat permohonan untuk dilakukan perhitungan dua kali dalam sebulan, kemungkinan akan direncanakan tahun depan".

    Untuk harga perbulan Oktober 2023 sebesar Rp. 2.328, 48 penetapan ini mulai berlaku 6 Nopember 2023, dan akan dihitung kembali pada tanggal 5 Desember 2023. 

     "Harga TBS ini hanya berlaku bagi petani yang sudah bermitra saja, sedangkan petani yang belum, kami disbun menyarankan agar petani-petani sawit mandiri itu agar mencari mitra dengan perusahaan, " sebutnya kembali menyampaikan.

    Dan dalam pelaksanaan program tersebut, Disbun Kalteng menegaskan apabila jika ada perusahaan yang tidak mengikuti harga penetapan Tandan Buah Segar (TBS) akan dikenakan sangsi peringatan sampai pencabutan izin. (Ricard)

    palangka raya
    Indra Gunawan

    Indra Gunawan

    Artikel Sebelumnya

    Diduga Langgar HAM, Ketua LSM Media Betang...

    Artikel Berikutnya

    Rawing Rambang: Penggerak Ekonomi Pedesaan

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pengungkapan 33, 8 Kg, Rawing Rambang: Kalimantan Tengah Darurat Narkoba
    Tony Rosyid: Prabowo Urus Indonesia, Anies Baswedan Di Jakarta
    Ketua Ormas BMT Kalteng Apresiasi Pengungkapan Narkoba 33,8 Kg di Wilayah Lamandau
    Tony Rosyid:  Tidak Ada Pilihan Bagi PKS Selain Anies Baswedan
    Rawing Rambang Memaknai Hari Jadi Provinsi Kalteng Ke - 67 Tahun

    Ikuti Kami